Pengumpan:
Tulisan
Komentar

ASYIK DAN SEDERHANA, mungkin itulah kalimat yang tepat ketika saya beberapa kali email-emailan dengan seorang pengusaha online. Mas Hadi kuntoro, nama yang sederhana juga. Sesederhana jawaban-jawaban yang diberikan kepada saya ketika membalas email. Tapi dibalik kesederhanaannya saya menemukan motivasi-motivasi yang tidak bertentangan dengan keyakinan saya pribadi. Meski belum pernah bertatap muka, saya yakin kalau beliau adalah seorang pengusaha yang tidak ambisius dan tidak mengejar keuntungan belaka.

Mendengar, membaca, dan jangan lupa silahturrahim itulah kunci agar usaha kita bisa berkembang dan bermanfaat. Bukan main…sepele tapi mengandung makna yang amat dalam.

Kapan ya mas Hadi saya bisa ketemu dengan sampeyan ? juga rekan-rekan TDA yang lainnya. Pengin lho punya semangat dan jiwa wirausaha seperti mereka. Pengusaha sukses yang tidak mengesampingkan kepekaan sosial.

Lanjut Baca »

LAPAR DAN DAHAGA

                                                                                                                                                                                                                                                      

images.jpg

                              Bagaimanapun kesan pertama yang paling sederhana yang tertangkap dari arti puasa adalah lapar dan dahaga, tapi benarkah hanya segitu saja arti dari puasa?. Saya mencoba untuk ikut memberi arti dari puasa dengan gaya dan pemahaman saya. Apa yang diungkapkan Rasulullah SAW dulu tentang “sungguh rugilah orang yang berpuasa yang hanya sekedar mendapatkan rasa lapar dan dahaga” patut kita renungkan dalam-dalam. Juga yang tak kalah pentingnya adalah firman Allah SWT yang terdapat dalam salah satu ayat surat Al-baqarah yang artinya “……sesungguhnya berpuasa itu lebih baik bagimu bila engkau mengetahui”. Mencermati kedua hal tersebut diatas, puasa bagi saya bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga tapi mempunyai kandungan arti yang sungguh amat dalam. Tersadari atau tidak, kadang kala kita terjebak dalam pemahaman tentang tata cara yang kita jadikan tujuan , sehingga mengabaikan apa tujuan berpuasa sesungguhnya. Berpuasa yang hanya terdapat dalam bulan ramadhan ini hakekatnya adalah ditujukan kepada Allah SWT, lain tidak (bagi saya apapun bentuk ibadah lainnya dalam islam juga ditujukan kepada Allah SWT tanpa terkecuali, bagaimana dengan anda?!). Ketika kita menyadari dan memahami dengan keyakinan mutlak akan arti puasa, maka sesungguhnya disitulah ada Kemahasayangan dan Kemahapedulian dari Sang Penguasa Alam Semesta terhadap kita . Kenapa bisa begitu, karena dengan pemahaman seperti itu maka akan timbul efek-efek positif dan energi-energi yang membangun yang sangat mempengaruhi segala dimensi kehidupan kita. Disini kita ditantang untuk mendayagunakan setiap potensi hati dan pikir, serta bagaimana kita menyikapi secara lahir batin terhadap puasa. Jadi tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, menghindari makan dan minum.  Seringkali dibulan ramadhan ini orang-orang begitu menikmati rutinitas “tidur” hanya karena ada ungkapan dari Rasulullah SAW bahwa tidurnya orang puasa adalah mendapatkan pahala. Kalo hal seperti ini kita telan mentah-mentah maka dapat dipastikan bisa jadi bulan ramadhan akan berubah “bulan malas massal” karena dimana-mana banyak orang tidur dan beranggapan mendapatkan pahala. Padahal bagi saya (sekali lagi bagi saya, anda terserah mempunyai pemahaman lain sesuai persepsi anda sendiri), ini merupakan ungkapan sindiran halus bahkan teramat sopan dari seorang Rasul terhadap kaumnya bahwa kalau kita sedang berpuasa tidak harus mengendorkan semangat beraktifitas yang tiap hari kita lakukan baik aktifitas lahir maupun batin. Mungkin inilah yang diharapkan oleh Rasullullah SAW agar kita lebih bisa berpacu dalam semangat positif, tidak hanya sekedar tidur. Tidur aja dapat pahala bagaimana jika kita tidak tidur bahkan terus berkarya, pasti lebih gede dong pahalanya dan tentu aja punya makna yang lebih. Tapi harus tetap kita ingat bahwa berpuasa hanyalah ditujukan kapada ALLAH SWT, adapun nantinya ada hal-hal yang berefek kepada kita, serahkan semuanya pada kehendakNya. Sekedar tambahan, Allah pun tak akan tinggal diam terhadap orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh dan benar, akan ada perubahan positif yang dikaruniakan Allah kepadanya yang meliputi seluruh sendi kehidupannya. Secara fisik orang tersebut akan semakin sehat dan kuat, lebih peka terhadap lingkungan sosial sekitarnya dan punya kepedulian yang tinggi akan sesama, mempunyai self controlling yang sudah teruji ketika berpuasa, dan yang tak kalah pentingnya adalah semakin mantaplah iman dan taqwanya. Bila kita sedang atau sesudah menjalani puasa tidak mengarah ke hal-hal tersebut diatas, ada baiknya kita beristhigfar kepadaNYa dan segera mengoreksi prilaku kita. Sungguh kasih sayang Allah melebihi segalanya. Semoga tak sia-sialah puasa kita, amiin.

JAVANIA ALIEFYAH FARDANI PURWANTORO Java, gitu aja dech panggilan kerennya, nunjukin kalo emang dia lahir dipulau Jawa. Photo ini diambil saat berumur 2,5th dengan potongan rambut ala Dora. Gak terasa saat ini sudah berumur 5,5th dan sudah kelas TK Nol Besar. Pernah lho pas masuk sekolah hari pertama, dia cerita kalo disekolahan saat waktunya makan siang sampai habis tiga piring…bukan mainnn. Tapi dianya juga ngomong kenapa sampai makan habis tiga piring soalnya  nasinya dikit dan memang saat itu dia lapar  karena sebelumnya habis lari-lari. Yang membanggakan, dia sudah bisa baca koran/majalah meski tersendat, sudah bisa ngaji, sudah bisa naik sepeda, sudah pinter minta uang untuk jajan, dan sudah berani marahin temannya yang coba-coba ngganggu adiknya. Moga aja kelak bisa menjaga diri, keluarga, dan berguna bagi orang disekitarnya, serta jangan sampai lupa untuk selalu berpegang teguh pada “ajaran Illahi”. Ok Java jalani hidup dengan cerdas, kepalkan tangan bersatu dengan niat.

TAKJIL MBAH WOO

Barusan tadi saya dan teman-teman buka puasa di tempat kerjaan, wahhh… bukan main uenaknya…padahal sih menunya hanya sekedar takjil yang terdiri dari kue gorengan. Ada pisang molen, tahu goreng dan weci (kata orang pasuruan, kalo kata arek suroboyo nyebutnya ote-ote), plus  dengan es degan. Moga-moga aja yang bawa takjil tadi (Mbah Woo) tambah disayang ama Tuhan dan teman-teman, karena orang yang memberi makan orang lain untuk berbuka akan dirahmati oleh Allah, tull nggak?!. Eit… tapi jangan keliru ya, meskipun panggilannya Mbah Woo tapi orangnya masih muda lho, dan punya kelebihan yang nggak dimiliki orang lain yakni rambutnya tuh banyak ubannya. Ngomong-ngomong bicara tentang nikmatnya berbuka kadang tanpa kita sadari kenikmatan itu ada pada hal-hal yang sangat sederhana  sekali. Contohnya kemarin sebenarnya kita juga berbuka puasa bersama ditempat yang agak prestisius dengan menu-menu yang bikin lidah kita tergoda. Benar secara harga emang jauh lebih tinggi dari perkiraan kita, tapi secara kenikmatan dan kebersamaan lebih terasa bermakna yang buka puasa bersama hari ini yang hanya dengan menu gorengan. Sungguh Allah memang menciptakan sesuatu yang kadang bahkan diluar perhitungan kita. Kenikmatan tidak harus dengan hal-hal yang mewah, kesusahan dan juga ketidakmapanan tidak harus pula dengan hal-hal yang sederhana. Selamat berbuka puasa, semoga kita selalu mendapat rahmat dan hidayah-Nya disetiap langkah kita, Amiin.   

BERHARAP…..

Bukan main…! akhirnya masih kutemui juga bulan Ramadhan di tahun ini. Kata hatipun bertanya: sebuah bencana ataukah rahmatNya. Sungguh kalau mau jujur, ternyata saya masih belum bisa untuk mempersiapkan diri lahir batin menyongsong bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semua terjalani dengan apa adanya seperti air yang mengalir. Jarang sekali diri ini mengoreksi hal-hal yang telah terjadi, apakah ada yang salah dihari kemarin, ataukah harus  merencanakan hal positif untuk esok hari. Nyata sekali ruginya, karena seringkali hari-hari yang saya lalui terkadang lebih buruk dari hari sebelumnya. Dan tanpa tersadari datang lagi bulan Ramadhan sedang diri kadang tiada mengabdi padaNya dengan sepenuh hati. Ya ALLAH…bukannya diri ini meremehkan segala ketentuanMu, bukan pula mengacuhkan rahmatMu, tapi bolehlah diri ini mengharap padaMu agar dibulan Ramadhan ini, Engkau ijinkan diri ini untuk menikmati dengan sepenuh hati.

Kalo anda, saya, dan kita semua pengin lebih berarti, dan lebih berani dalam memberi makna dalam hidup ini, mulai sekarang jangan ragu-ragu untuk menancapkan semangat bahwa hari ini kita harus bisa melakukan sesuatu yang lebih dari hari kemarin dalam hal kebaikan, dan kita harus punya keyakinan bahwa apa yang akan kita lakukan esok hari adalah lebih baik dari hari ini, OK!!!

TITIAN

Sesaat yang akan datang, aku nggak tahu apakah masih ada ataukah tiada. Tapi yang pasti aku slalu berharap agar tetap terlindungi dari sgala ketentuan dan kehendakNya. Smoga tak salah jalan…tak hilang arah dalam meniti jalan pulang kepadaMu, amiin.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.